Home » Finally Found Our Home.

Finally Found Our Home.

Sebelumnya, mari kita mengucapkan hamdalah, …¬†Alhamdulillah!! ūüôā **sujud sukur** Setelah sekitar hampir¬†sebulanan ini mata tiap hari melotot¬†ngeliatin www.propertyguru.com, plus hati kebat kebit¬†begitu melihat nomor flat yang diincer (disertai foto dengan¬†desain interior yang lumayan ok), … terus hati kembali¬†mencelos karena melihat jumlah cash over valuation (COV) yang¬†diminta amit amit tingginya, … dan ditambah moment dimana hati¬†ini ngenes ternyata begitu di-cek¬†eligibility-nya ternyata hampir semua blok¬†idaman di punggol ternyata sudah full PR quotanya,¬†… AKHIRNYA, kami menemukan juga calon rumah kami.

Horeeeeee **usap muka saking leganya**

Buat sebagian orang, proses kita¬†dapetin rumah tuh termasuk cepat. Banyak yang sampai¬†berbulan-bulan belum ketemu yang cocok. Bahkan teman baik kita¬†butuh waktu hampir 6 bulan untuk akhirnya dapat rumah idamannya. Ya¬†disyukurin ajalah ya, karena gue engga sanggup dah¬†kalau disuruh berlarut-larut senewen dan deg-degan. Untungnya¬†sih dari awal kita emang udah fokus nyari di punggol, jadi engga¬†pakai studi banding ke daerah lainnya. Rumah yang akhirnya kita¬†cocok ini merupakan rumah ketiga yang kita lihat. Rumah kedua¬†tepatnya, tapi karena malam itu kita ada janji viewing 2 rumah,¬†walaupun udah naksir yang ini, kita masih coba lihat yang ketiga.¬†Toto engga suka rumah yang ketiga karena layout-nya yang zigzag dan rada¬†aneh, jadi bikin kelihatan sempit. Makanya begitu lihat rumah¬†ketiga dan engga sreg, agent kita langsung telpon ke agent penjual¬†rumah kedua, terus blablabla dikit, akhirnya malam itu juga kita¬†bayar uang tanda jadi S$1,000. Agak engga nyangka juga sih bisa¬†seberuntung itu :). Emang benar deh … doanya orang bokek yang¬†teraniaya ( oleh kapitalisme di negeri ini – hahahhaaha) emang¬†cepat dijabah.

Dengan COV yang melesat melampaui budget awal kami¬†( walaupun sebenarnya untuk pasaran sekarang, kita cukup¬†beruntung bisa dapat jumlah tersebut), untungnya sih unit ini¬†tidak memerlukan renovasi besar-besaran. Jadi kalau dilihat¬†secara keseluruhan, budget COV + renovasi masih cukup sesuai¬†sih. Eh tergantung sih entar pas mau renovasi, kita berdua kalap¬†apa engga :). Maklum, toto itu dari jaman tinggal di KL¬†udah demen beli majalah home & decor nya singapur dan¬†udah sering diomongin juga kalau nanti suatu saat punya¬†apartemen kita maunya gini gitu gini gitu. Ya namanya juga¬†mimpi, boleh ya geday dan muluk, gratis ini.¬†If¬†your dreams don’t scare you, they’re not big enough¬†~ Henry Ford.¬†

Location wise, calon¬†rumah ini sebenarnya tidak berada di dalam area yang kami¬†idamkan sebelumnya. Apakah area idaman itu? Area dengan radius¬†700-800 meter dari MRT punggol, alias di sekitaran rumah¬†kontrakan yang sekarang. Hihihihi. Walaupun setelah¬†dipikir-pikir, ya mungkin si calon rumah ini engga deket deket¬†amat sama MRT dan future shopping mall, tapi ternyata kita cuma¬†perlu jalan ke belakang sekitar 2-3 menit ( 300 meter ) untuk¬†mencapai stasiun LRT kadaloor. Dan Kadaloor ini cuma 3 stop¬†dari MRT punggol. Jadi mungkin time consumed menuju MRT ya sama aja¬†kayak sekarang. Atau, kita juga bisa jalan 2-3 menit ke depan¬†jalan raya punggol central dan naik bis ( atau jegat¬†taksi hahahha). Oh ya terus yang perlu disyukuri juga adalah¬†di depan stasiun kadaloor ada supermarket ang mo dan kopitiam.¬†Jadi kalau tau tau gula atau beras habis, cusss tinggal koprol¬†3x hehhehehe. Sekali lagi, alhamduuuuulillah …

Saat ini,¬†statusnya kita udah submit semua dokumen termasuk “option to¬†purchase” dan “home loan agreement” ke HDB, dan lagi masa¬†tunggu untuk dipanggil buat “first appointment”, yang¬†jadwalnya sih 20 februari 2013. Habis itu, nanti akan¬†dijadwalin lagi buat “second appointment”, sekitar 6-8 minggu¬†dari first apointment untuk kelarin semua urusan administrasi dan¬†serah terima kunci rumah. Tapi karena beberapa hal, mungkin kita¬†baru bisa pindahan sekitar awal july. Ya sekalian ngabisin kontrak¬†sewa juga sih. Semoga semuanya lancar. Mohon didoakan ya, temaaaan.¬†ūüôā

Oh yaaaa, mungkin dari tadi ada yang mikir, ribet amat ya beli rumah di singapur. Well, iya ribet BANGET! Tapi itu semata-mata karena kita maunya beli resale HDB flat. Nah kalau beli condo sih yaaaa engga seberapa ribet lah. Wong foreigner aja boleh beli kok. Yang penting mah, fulus-nya ada :). Kenapa gue dan suami maunya beli HDB dan kenapa maunya di punggol, ini udah pernah gue bahas di postingan ini.

Sebenarnya apa sih HDB dan COV? Terus kenapa ada PR quota? ūüôā¬†Jadi begini, HDB flat itu kan flat yang disubsidi oleh¬†pemerintah, yang mana kalau dibandingin condo di daerah yang sama,¬†harganya bisa 1/2 atau bahkan 1/3 nya. HDB flat yang baru dan gress¬†itu cuma boleh dibeli oleh WN singapur. Itu pun engga semua citizen¬†loh ya. Banyak banget syaratnya. Yang pasti, buat yang household¬†income diatas S$10ribu sebulan, engga boleh beli HDB tipe standard.¬†Sementara executive condominium ( HDB dengan fasilitas condo,¬†dimana akan jadi private setelah 10 tahun) itu income ceiling-nya¬†di S$12ribu. PLUS, kalau yang beli dibawah 35 tahun, kudu nikah¬†dulu baru boleh beli. Huahahahahha! Yes, segitu rempongnya. Dan engga¬†berhenti disitu loh, masih bererot tantangan lainnya.

Satu komplek HDB¬†biasanya terdiri dari 8-10 blok yang dikasih nama pakai nomer,¬†misalnya blk 204. Dan 1 bloknya rata-rata ada 15-18 lantai¬†dimana setiap lantainya punya 6-8 unit. HDB yang udah 5 tahun¬†(istilahnya, udah “mature”), unit unit-nya mulai¬†bisa disewakan ( ke siapapun,¬†selama statusnya resident) atau dijual¬†( ke WN singapur yang mungkin tidak mau beli condo tapi income¬†ceilingnya sudah melebihi batas yang ditentukan sehingga tidak¬†boleh membeli HDB baru; atau ke singapur PR). Silakan kalau¬†ada yang iseng berat dan mau tau banget, bisa dibaca detail di¬†www.hdb.gov.sg.

Intinya, karena ini bersubsidi, jadi ya ribet pisan lah. Jadi dimaklumin aja deh ye.

Terus, COV itu apa? COV¬†yang merupakan singkatan dari cash over valuation, adalah¬†sejumlah cash yang diminta oleh HDB flat seller, diatas nilai¬†taksiran atau “valuation” terhadap unit tersebut. Biasanya, kalau¬†seseorang mau jual unitnya, dia akan minta rumahnya dinilai oleh¬†perusahaan yang berwenang. Valuation ini dipengaruhi dari lokasi¬†blok, amenities di sekitar blok, lantai unit tersebut¬†(semakin tinggi semakin mahal, unit di lantai 2 dan lantai 16¬†bisa selisih SGD 20-25 ribu ), dan built in renovation di unit¬†tersebut. Sebenarnya faktor terakhir engga begitu mempengaruhi sih,¬†tapi sepertinya hal hal kayak flooring dan ceiling cukup¬†dinilai juga.

Kenapa COV ini bikin buyer mengkeret? Karena COV¬†harus dibayar cash alias kontan, tidak bisa dimasukkan ke dalam¬†“home financing/ home loan”. Jadi buat buyer, selain 20% down¬†payment dan tetek bengek semacam legal fee; stamp duty; dan¬†agent fee 1%, harus disiapin juga cash sejumlah COV ini. Mateng kan¬†bokkk? Ya kalau bisa dimasukin ke home loan sih, kita mungkin bisa¬†agak lapang dada nerima COV yang amit amit tinggi. Lah kalau¬†kayak sekarang gini, jadinya berasa kayak “dirampok” (ya maaf ya¬†kalau istilahnya engga sesuai) karena practically COV ini “uang¬†hilang”. Ya kecuali pas kita jual lagi rumahnya terus COV nya bisa¬†berlipat-lipat. Tapi kan engga ada yang bisa menjamin nilai COV.

Yang mau tau segila apa sih orang orang ini meminta COV,¬†silakan main main ke web-nya property guru, kebanyakan ditulis¬†kok mereka minta COV berapa. Atau gue kasih contoh satu yaaaa …¬†kejadian yang cukup bikin patah hati. Kita sempat naksir 1¬†unit di sekitar blok kita sekarang. Desain rumahnya¬†cukup bagus walaupun kamar mandi agak jorok (jadi pasti bongkar¬†total). Kurangnya cuma karena dia ada di lantai rendah, lantai 4. COV yang diminta? SGD 85 ribu saja, saudara saudara! Gilakkk banget¬†kan? Tapi karena dekat banget sama rumah kita, jadi ya kita lihat¬†juga, kan siapa tauuuu gitu ya dia bisa nego 1/2 harga. Hahahaha¬†ini ngayalnya emang keterlaluan sih. Habis viewing, kita minta¬†agent kita kasih ke mereka penawaran COV maksimal yang sanggup gue¬†bayar. **kayaknya agent gue juga sampe engga enak hati gitu mau¬†nawarnya** :). Itu kejadiannya¬†hari sabtu siang ya,¬†ehhh senin pagi sekitar jam 10 agent kita sms “bad news, someone¬†just paid SGD 80k for that unit”. WHATTT!!¬†Langsung lah gue bad mood seharian! Yang¬†sebelumnya badan udah pegal linu engga enak dan udah ada gejala¬†pilek, langsung aja dong sorenya masuk angin dan pilek ngocor¬†dengan derasnya. Dasar manusia engga bisa stress!

Tapi¬†gimana engga stress coba ya. Dari yang awalnya kita sok-sok an¬†masang target maunya nyari di sekitaran blok tempat tinggal¬†sekarang, terus geser mundur dikit menjauhi MRT, … lama lama¬†sampai yang pasrah banget “mau yang mana aja deh selama masih¬†di punggol”. Tiap hari melototin property guru, unit di punggol itu¬†yah kalau bloknya PR eligible, dipastikan COV tinggi luar binasa.¬†Kalau yang masih masuk akal COVnya, taruhan, itu blok pasti¬†udah engga PR eligible.

Ini contoh penampakan ketika gue ngecek eligibility untuk blok-blok di sepanjang jalan punggol central.

Sebagai singapore PR yang non malaysian, gue¬†harus¬†cari yang kotaknya warna hijau di kolom ras malay. Sebenernya engga mutlak harus yang warna hijau sih, tapi gue males deh jelasin panjang lebar di sini … hauhahahahahha. Pokoknya buat gue yang cari rumah di punggol (yang mana merupakan estate baru dan most likely belinya pasti dari singaporean/malaysian SPR), engga usah deh nengok yang biru-biru, apalagi kuning. ūüôā

Kemarin dulu itu, Dinar nanya,¬†“apa hubungannya beli rumah dengan races?”. Hahahahhaa iya gue juga awal-awal tau beginian agak sakit kepala. Begini,¬†konon selain membatasi jumlah PR yang diperbolehkan tinggal di¬†suatu blok HDB ( kalau engga salah cuma boleh 5% di suatu¬†daerah/estate, dan 8% di setiap blok di daerah tersebut),¬†pemerintah singapur ini sangat sangat memperhatikan keharmonisan¬†antar ras di lingkungan pemukiman penduduknya, terutama di HDB¬†flats. Jadi ada itung itungannya tuh berapa % ras chinese, malay,¬†dan india (dan lainnya) di suatu blok HDB. Ribet, yessssss? LOL. Sekali lagi, namanya juga “rumah rakyat”. Hihihihi.

Ya baiklah segitu dulu ceritanya. Panjang juga ternyata nih postingan :). Sekali lagi, minta doanya yaaaaa semoga segala prosesnya lancar. Jangan lupa tolong didoain juga supaya rejekinya banyak, biar bisa renovasi dan beli-beli furniture idaman ūüôā **ngelunjak**

cheers!

Be Sociable, Share!

2 Responses to “Finally Found Our Home.”

  1. Opi says:

    Gue selalu ikutan excited kalau baca blog tentang rumah/tempat tinggal. Didoain semoga rejekinya banyak ya, Kaaa! ūüôā

    • ambung ambung says:

      Opiiii,,,,makasih banyak ya! Hihihi gue kalau lagi browsing majalah renovasi terus nemu white brick wall, selalu inget elo, Pi :). Keren sih emang. Hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *