Home » [The Home] Feng Shui

[The Home] Feng Shui

Pertama-tama, perlu diketahui bahwa gue ini bukanlah termasuk orang yang superstitious. Walaupun, … walaupun ya … untuk kasus-kasus tertentu, gue memang “cari aman” kalau pilihan yang tersedia banyak. Satu contoh nih, pas dulu kita mau nikah, banyak kan tuh yang bilang pamali kalau nikah di bulan suro. Sementara gue dan suami percaya kalau semua hari itu baik di mata Tuhan. Namuuuun … ya kan masih ada 11 bulan lainnya ya, kenapa juga kita kudu nikah di bulan suro sih?

Feng shui.

Yang satu ini, gue juga sebelumnya engga pernah peduli. Apalagi makin kesini, orang pada umumnya memiliki space yang semakin terbatas, jadi boro-boro ya mikirin feng shui, lah mau naruh perabotan aja tricky banget **nasib tinggal di shoebox apartment**.

Gue pribadi menganggap kalau feng shui sangat berbeda dengan superstition. 90% teori feng shui itu sangat masuk akal soalnya buat gue. Yang dari jaman dulu gue tahu, katanya posisi kita masak (ketika kita menghadap kompor) itu pantang membelakangi pintu utama rumah. Konon katanya : seperti memunggungi/menolak rejeki. Kalau pemikiran gue, ya supaya lebih aware aja kali. Kan biasanya orang kalau lagi masak tuh konsen banget, nah kalau tiba-tiba ada yang datang dan tahu tahu udah di belakang kita pan amsyong juga ya ngagetinnya. 😀

Saat ini, karena lagi senang-senangnya browsing buat persiapan calon rumah kita **uhuyyy**, mau engga mau feng shui ini salah satu topik yang sering kita bahas. Terutama untuk kamar tidur utama. Nah, ini tricky banget deh. Karena kita kan beli resale unit, jd ada beberapa built in furniture yang akan kita biarkan dan engga dibongkar. Selain emang kondisinya masih bagus dan bentuknya cukup sesuai dengan selera kita, budgetnya engga ada nek buat renovasi total. **ujung-ujungnya ya bokek**

Nah di master bedroom, ini built in wardrobe posisinya memakai dinding (dinding panjang kamar) yang seharusnya menjadi tempat yang sangat ideal untuk sandaran headboard tempat tidur.

Jadi, posisi ideal ranjang itu adalah di area terjauh dari pintu kamar, namun sebaiknya kita masih bisa melihat ke arah pintu masuk kamar ketika tidur.

pic taken from http://www.onlinechineseastrology.com

Jelas, saat ini kita engga bisa memenuhi kriteria itu karena si wardrobe. Bisa digeser ke dinding satunya (dinding lebar kamar), tapi itu malah semakin banyak konsep feng shui kamar tidur yang bakal dilanggar. Hahahahha. Jadi memang saat ini yang terbaik ya biarkanlah ranjang ada di posisi saat ini, walaupun akibatnya kita tidak bisa melihat ke arah pintu kamar pas tidur. Toh walaupun headboard gue nantinya akan membelakangi pintu kamar, tapi dia engga secara langsung “berbagi” dinding kamar. Engga mudeng ya? 🙂

Oh ya, si seller, pemilik rumah ini, mereka itu tampaknya SANGAT memperhatikan masalah feng shui ini. Mereka pasangan suami istri muda (lebih muda dari kita) dan tinggal sama orang tua salah satunya. Dan dari dua kali ketemuan, syukurnya kita bisa menangkap aura positif dari mereka. Ramah dan kooperatif. Jadi kita percaya deh sama layout rumah itu, dan semoga cocok :).

Sebenarnya, yang melanggar konsep feng shui yang baik buat posisi ranjang itu seperti apa? Berdasarkan hasil membaca beberapa artikel, ini beberapa yang cukup vital :

Pertama, posisi headboard itu jangan ada dibawah jendela. Jadi sandaran headboard itu harus dinding kokoh. Kedua, pada saat kita dalam posisi tidur, arah kaki jangan langsung menghadap pintu. Pintu apapun yang ada di kamar ya, mau itu pintu kamar mandi, pintu walk in closet, apalagi pintu masuk kamar. Ketiga, tempat tidur yang baik itu yang 2 sisi tempat tidurnya bisa dilalui, alias engga mepet tempok! Keempat, headboard sebaiknya tidak ada di dinding yang sama dengan dinding kamar mandi.

Nah, 3 kriteria pertama diatas tuh akan terjadi kalau gue memindahkan posisi ranjang ke dinding yang ada jendelanya. Makanya, big NO banget ya.

Itu tadi baru posisi tempat tidur ya. Nah tempat tidurnya juga ada aturan feng shui sendiri ( capek engga sih lo). Kesatu, bedframe yang terbaik itu yang terbuat dari solid wood dan punya headboard yang kokoh dan simpel. Jadi “tempat tidur princess” ikea yang sekarang gue gunakan, jelas engga memenuhi syarat :). Udah terbuat dari besi, headboardnya berjeruji pula. Tapi sih emang udah niat, bedframe ini akan ditaruh di common bedroom aja di rumah baru nanti.

tempat tidur princess-ku yang tidak bagus menurut suhu feng shui.

pic taken from www.ikea.com

Kriteria kedua dari tempat tidur yang baik adalah, harus ada ruangan dibawah tempat tidur untuk sirkulasi udara. Artinya, mari kita lupakan bedframe inceran di ikea yang ada storage di bawah ranjangnya. Kecuali, kepepet banget nget nget. Emang sih setelah dipikir-pikir, kemungkinan besar akan banyak debu yang terperangkap ya. Apalagi gue bukan super-ijah yang rajin nyapu kolong tempat tidur setiap hari.

Yang ketiga dan kayaknya ini pantangan yang cukup penting, dilarang ada cermin di kamar. Terutama yang besar dan menghadap ke arah tempat tidur. Ini kemarin sempat dibahas pas ketemuan sama fisty, shinta, dan angel. Dan kita berkesimpulan kalau ini, seperti aturan-aturan feng shui lainnya, sangat sangat masuk akal. Kebayang engga elo bangun tengah malam, terus dalam kondisi yang separuh nyawa itu elo melihat bayangan lo sendiri di cermin? Kemungkina besar kaget kan. Kalau kata angel sih, biar kalau pas mau bangun tidur dan nyawa kita mau balik ke tubuh, dese engga bingung mau masuk ke yang mana (kalau ada cermin). Jiahahahhaa. Itu nyawanya si dori finding nemo kali.

Ya kalau gue sih emang dari dulu engga suka ada cermin yang menghadap ranjang. Parno gilak! Takut kelihatan yang tidak ingin dilihat. 🙂

Kesimpulannya, gue emang engga usah (dan engga bisa) mengubah lay-out kamar tidur di rumah baru nanti sih. Mungkin nanti ya, 2-3 tahun lagi mungkin kalau ada rejeki sekalian kita renov total. Sekarang sih kita hunting bedframe yang genah aja dulu deh. No more princess bedframe. 🙂

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *