Home » [The Home] Self Reminder

[The Home] Self Reminder

Kalau ada satu hal yang gue dan toto, tandeman, bisa sangat impulsif dan bersama-sama membuat lobang besar di keuangan kita, itu bisa dipastikan urusan tentang rumah, khususnya renovasi.

Preambule dulu ya.

Semenjak kita masih tinggal di KL, toto itu udah rutin beli majalah home & decor singapur. Karena saat itu malaysia engga punya versi lokalnya, dan kebetulan gaya hidup tinggal di high-rise estate juga sangat lumrah di kuala lumpur, jadi ya nyambung banget sih isi majalahnya. Di setiap edisinya, selalu ada liputan tentang (beberapa) rumah yang direnovasi oleh perusahaan interior design lokal singapur. Biasanya dikasih info tentang tipe rumahnya, luasnya, siapa yang tinggal disana (misalnya, a couple in their 30s), dan kadang ditulis juga berapa biaya renovasinya. Hihihihi siapa sangka yah bok, beberapa tahun kemudian kita pindah ke singapur dan beli rumah di sini.

Semenjak sering beli majalah itu, kita tuh mulai sering ngayal-ngayal kalau nanti kita punya rumah mau tema kayak gimana. Diantara segabruk mimpi tentang bagaimana penampakan rumah ideal kami, ada beberapa yang paling diidam-idamkan. Si istri pengennya punya kitchen island (pakai engga mau tahu walaupun space-nya cuma seuprit). Si suami cita-citanya punya rak buku satu dinding, full length-full width.

Nah saat ini …,

walaupun kita terbentur budget renovasi rumah yang sangat tipis (salahkan COV), kita masih nekat pengen merealisasikan mimpi – mimpi kita. Susah bangetlah manusia dua ini menghadapi kenyataan :). Sempat ada godaan untuk mencairkan sebagian investasi. Tapi syukurnya untuk bagian ini, toto sangat tegas. No way, kata dese. Lalu pas kemarin beli majalah square room edisi khusus renovasi, godaan lain menghampiri. Ada satu bank yang lagi ngasih suku bunga promosi buat yang mau ambil renovation loan. Wakakakaka. Padahal sebelumnya kita udah sumpah palapa loh, jangaaaan sampai kita mengikuti jejak banyak pasangan muda di singapur yang ngambil loan buat renovasi rumah. Memang sih bunganya kecil dan kalau kita ambil loan-nya di bank tempat kita ambil KPR, biasanya bunganya lebih kecil lagi. Tapi … suami bijak saya ini selalu bilang, “ekonomi tuh lagi engga menentu, jadi jangan bikin hutang deh apapun judulnya. cukup mortgage aja yang jadi hutang kita”.

Untung yaaa bok, untunggg, … walaupun kita berdua impulsif berat, tapi selalu ada yang lebih waras buat mengingatkan pasangannya. Yang mana sih selalu gue deh yang jadi pihak kurang waras.

0__0

Tadi sore kan gue ke ikea, lihat-lihat sale sembari meriksain checklist barang-barang yang mungkin mau kita beli dari ikea. Pas ngopi di kafetaria, sambil mandangin floor-plan rumah dan bolak balik ngelihatin foto-foto si calon rumah dengan kondisinya saat ini, tetiba gue kayak kesambet dewa waras dan terus nyatet poin-poin “yang harus kita ingat kalau mau mengeluarkan uang banyak buat renovasi” di notes iphone.

Ini dia, gue copy paste di sini ya **engga usah di-indonesia-kan dah ya, males** :

    1. We don’t plan to live in this house for decades. In fact, we have a plan to upgrade it to a bigger space in 8-10 years time. **boleh dong bercita-cita?**
    2. If we eventually stay longer than what we plan, i hope we can have the house totally renovated at that time. We ( well, … I) don’t want to have the same bathroom and kitchen for more than 10 years. Ya udah dekil juga kali.
    3. In this company, toto always has a chance to be relocated (which of course, outside singapore).
    4. Because we are singapore PRs, IF the #3 happens and we have to move to other country, by (current) rule we can’t rent out the house. Our house is an HDB flat, remember? 🙂
    5. And if toto is relocated permanently, we probably have to give up our SPR. Hence, the house can’t be kept, it has to be sold. Again, because our house is an HDB flat.
    6. This house is our very first home. To be able to have this house, which actually has a quite okay interior, is already a blessing for us. Jadi yang sabar atuh, satu-satu dikerjainnya. Set the priorities!
    7. Kalau nekat nurutin napsu, entar batal ke jepang loooooh!

Jadi, mari kita realistis.

Kita lihat dulu quotation dari para ID dan kontraktor. Dilihat dulu dengan dana yang kita punya, apa aja yang bisa kita dapat. Yang pasti dan harus di-renov sebelum kita pindah itu kan (1) cat ulang seluruh rumah, (2) chemical cleaning, (3) renovasi total 2 kamar mandi, dan (4) ganti tabletop, termasuk hob & sink, dan pasang backsplash di dapur.

Untuk urusan bikin island di dapur ( yang mana artinya kita harus ngerobohin tembok pemisah dapur dan ruang makan), ganti keramik lantai dapur ( gue engga suka banget warnanya), pasang blum system untuk kitchen cabinet, dan bikin rak buku di kamar kerja, … semuanya kudu berbaris rapih di antrian. Rencananya sih, entar mau minta dihitungin dulu sama calon ID/kontraktor. Insya Allah kita akan melakukan renovasi tahap 2, tahun depan. Nabung dulu!

🙂

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *